Takdir Ke-syahid-an Al-Hallaj
Tiga malam sudah petugas sipir penjara Baghdad kelabakan mengontrol sel Al-Hallaj.
Malam pertama, ia tak menemukan sang pesakitan itu di selnya. Besok malamnya, ia boro-boro menemukan sang pesakitan itu, bahkan selnya pun sekaligus tak ia temukan. Dan, baru malam ketiga ia menemukan utuh: Al-Hallaj dan selnya ada!
"Kenapa bisa begini, Syeh?" tanya si sipir kepada Al-Hallaj.
Al-Hallaj tersenyum, dan jawabnya kalem:
"He... Di malam pertama, aku berangkat menghadap Allah dengan penuh khusyu. Sehingga kau tak menemukanku di sel ini. Besok malamnya, bahkan ALLAH Sendiri yang menghadapku. Sehingga kau boro-boro menemukanku, bahkan sel ini pun tak kau temukan -- hilang dalam liputan Cahaya-NYA. Baru di malam ini kau menemukanku lagi, sebab ALLAH sengaja dengan Iradat-NYA mengembalikanku ke dalam Takdir yang harus segera kutanggung: aku akan mati syahid...!"
(Begitulah yang tertulis sebagai Takdir ke-syahid-an Al-Hallaj...)
: Cag!
Malam pertama, ia tak menemukan sang pesakitan itu di selnya. Besok malamnya, ia boro-boro menemukan sang pesakitan itu, bahkan selnya pun sekaligus tak ia temukan. Dan, baru malam ketiga ia menemukan utuh: Al-Hallaj dan selnya ada!
"Kenapa bisa begini, Syeh?" tanya si sipir kepada Al-Hallaj.
Al-Hallaj tersenyum, dan jawabnya kalem:
"He... Di malam pertama, aku berangkat menghadap Allah dengan penuh khusyu. Sehingga kau tak menemukanku di sel ini. Besok malamnya, bahkan ALLAH Sendiri yang menghadapku. Sehingga kau boro-boro menemukanku, bahkan sel ini pun tak kau temukan -- hilang dalam liputan Cahaya-NYA. Baru di malam ini kau menemukanku lagi, sebab ALLAH sengaja dengan Iradat-NYA mengembalikanku ke dalam Takdir yang harus segera kutanggung: aku akan mati syahid...!"
(Begitulah yang tertulis sebagai Takdir ke-syahid-an Al-Hallaj...)
: Cag!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar