2 Roti Diganti 20 Roti
Rabi’ah kedatangan dua orang tamu, dan ia bermaksud menyuguhi mereka secara layak. Dilihatnya ke dapur, tapi yang ada hanya dua potong roti lapuk. Maka doanya, “Ya Allah, jangan Kau permalukan hamba-Mu di hadapan tamu-tamu ini…”
Lalu didengarnya di luar rumah ada peminta-minta yang minta shadaqah. Tanpa pikir panjang, Rabi’ah langsung membungkus kedua rotinya dan memberikannya kepada peminta-minta itu. Batinnya, “Ya Allah, biar hamba shadaqahkan dua roti ini, karena hamba malu kalau hanya itu yang hamba suguhkan kepada tamu-tamuku. Tolonglah, ya Allah, gantilah shadaqah ini dengan roti-roti yang lebih baik – dengan sedikitnya sepuluh kali lipat, sesuai dengan janji-Mu dalam Firman Qur’an-Mu…”
Rabi’ah kembali ke dalam, bercengkerama dengan kedua tamunya. Tapi tiba-tiba di luar terdengar salam. Ketika didatanginya, ada seorang pelayan dengan bawaan talam. Katanya, “Ibu Rabi’ah, ini hantaran roti dari Juragan yang di ujung sana, mohon diterima…”
Rabi’ah memeriksa isi talam itu. Tapi dihitungnya cuma ada 18 potong. Maka sahutnya, “Ini bukan untuk saya… ini salah!”
Pelayan itu berusaha memaksa. Tapi Rabi’ah ngotot menolaknya, karena menurutnya jumlah roti-roti itu kurang. Akhirnya si pelayan kembali pamit.
Rabi’ah masuk lagi ke rumah. Menghadapi lagi tamu-tamunya. Tapi tiba-tiba terdengar si pelayan mengetuk pintu lagi, dan Rabi’ah mendatanginya lagi. Ternyata si pelayan menghantarkan talam tadi. Katanya, “Ibu Rabi’ah, maaf saya kembali… ini hantaran roti tadi, tapi sekarang sudah lengkap… komplit 20 potong…”
“Ooh, syukurlah,” jawab Rabi’ah. “Berarti roti-roti ini 'benar'lah hak saya…”
(: Masya’Allah… rupanya Rabi’ah tahu, bahwa pelayan tersebut tadi berusaha menyembunyikan dua potong roti itu...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar