Hikayat Syeh Ibnu Mayit
Di Labuan Banten ada makam keramat yang terkenal sebagai makam Syeh Ibnu Mayit. Menurut sahibul-hikayat, beliau adalah seorang ulama yang hidup di masa Gunung Krakatau meletus (1883) dan terlahir sebagai putra jawara Banten yang semasa hidupnya tak pernah menikah.
Kenapa demikian? Sebab, katanya sang ayah yang jawara Banten itu dulu memiliki ilmu kadigjayaan semacam Ilmu Batara Karang, sehingga tubuhnya tak mempan apa pun sekeras batu karang. Tapi, pantangannya tak bisa -- dan tak boleh -- ia menikah atau beristeri. Maka, begitu ia meninggal, orang-orang heboh karena ada satu bagian tubuhnya yang tak meninggal. Ketika diperiksa, memang hampir seluruh tubuhnya tak bernyawa lagi. Tapi, bagian terlarangnya tampak masih hidup dan malah tegang. Sehingga hebohlah se-Labuan Banten. Dan, para ulama pun mencari petunjuk lewat kitab-kitab dan istikharah, akhirnya diputuskan bahwa jenazah sang jawara Banten itu harus dinikahkan dulu. Sebab, semasa hidupnya ia berangan-angan menikah dan mempunyai anak. Maka, dicarilah janda yang ikhlas dinikahkan dengannya.
Begitulah, akhirnya dari 'buah' pernikahan itu kelak kemudian lahir seorang ulama yang di Labuan Banten terkenal sebagai Syeh Ibnu Mayit -- syeh anaknya sang mayit...
(: Wallahua'lam...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar