”AING ‘MATA-HOLANG’ SAKABEH…!”
Usai menunaikan ibadah haji ke Baitullah Makkah, Pangeran Cakra-Buwana – aslinya Raden Kiyan Santang – kembali ke Pa-Jajar-an, dan menafakuri hakikat alam Para-Hiyang-an…
(Ayahandanya, Prabu Siliwangi, dikabarkan moksha…)
Menafakuri hakikat alam Para-Hiyang-an itu – alam Hiyang adalah tempatnya Para Ruh/Arwah – sang Pangeran fana’…
Dan, di kemuncak tafakurnya, ia mencapai puncak Tawhid Rubbubiyah (penyatuan dengan Tuhan) dan berucap Sunda:
“AING ‘MATA-HOLANG’ SAKABEH…!” *)
___________
*) Artinya: “Akulah ‘Inti-Sari’ Segala yang Ada…!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar