“Tanya Tuhan, Siapa Rabi’ah?”
Usai penguburan sufi Sang Pecinta Allah (Mahabbah) Rabi’ah Al-‘Adawiyah, seorang sahabatnya malam itu bermimpi melihat Rabi'ah menangis. Maka, tanyanya:
"Ya Rabi'ah, apa kabarmu di alam kubur, kenapa sampai kau menangis -- bukankah kau Pecinta Allah yang tak sesaat pun lalai zikir atas-Nya?"
Rabi'ah menahan tangisnya, lalu menceritakan bahwa di alam kubur dia merasa terbangun, dan tiba-tiba datang dua berkas cahaya yang kemudian mewujud sebagai dua malaikat Munkar dan Nakir. Mereka bertanya:
"Ya Rabi'ah, apa kabarmu di alam kubur, kenapa sampai kau menangis -- bukankah kau Pecinta Allah yang tak sesaat pun lalai zikir atas-Nya?"
Rabi'ah menahan tangisnya, lalu menceritakan bahwa di alam kubur dia merasa terbangun, dan tiba-tiba datang dua berkas cahaya yang kemudian mewujud sebagai dua malaikat Munkar dan Nakir. Mereka bertanya:
“Hai Rabi'ah, siapa Tuhanmu?”
Ditanyai begitu, Rabi’ah merasa melas, maka balik bertanya:
“Masya Allah, teganya kalian menanyaiku, ‘siapa Tuhan?’ Padahal aku senantiasa zikir atas-Nya, mengingat-Nya, dengan penuh Cintaku kepada-Nya? Sehingga, setiap saat, aku hanya bergaul dengan-Nya, tanpa sesaat pun aku punya waktu untuk mengingat yang selain-Nya? Tanyakanlah kepada Tuhan, tanya Sana, ‘siapa Rabi’ah?’”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar