Minggu, 19 Desember 2010


Izra’il Menjemputnya di Cina

            Hari menjelang senja... 
            Seorang saudagar Yerusalem tergopoh-gopoh menghadap Sang Maharaja Sulaiman (as). Ia begitu ketakutan. Rasanya, ia dikejar-kejar makhluk mengerikan, yang membuat jantungnya seperti copot. Maka, dengan memelas ia mohon perlindungan Sang Maharaja yang terkenal penguasa jin, hewan, dan alam gaib lainnya.
            “Siapa yang mengejarmu?” Sang Maharaja penuh selidik.
            Si saudagar ketakutan menunjuk ke arah makhluk mengerikan itu.
            Sang Maharaja terkejut, tapi kemudian tersenyum.
            “Oh, itu… Izra’il… Malaikat maut…!” katanya.
            Mendengar begitu, si saudagar semakin ketakutan. Ia merengek agar dihindarkan dari kejaran malaikat maut itu.
            “Kalau perlu, Paduka..,” rengeknya lagi. “Terbangkan saya jauh dari Yerusalem ini, biar Izra’il tidak tahu saya… Paduka, terbangkan saja saya ke Cina…”
            “Baiklah..,” Sang Maharaja mengiakan, lalu diperintahkannya Sang Angin menerbangkan si saudagar ke Cina.
            Setelah si saudagar pergi, Izra’il segera datang menghadap Sang Maharaja. Dia menanyakan, ke mana perginya si saudagar.
            Sang Maharaja tersenyum.
            “Pokoknya sudah diterbangkan Sang Angin..,” katanya.
            “Tetapi, Paduka..,” sergah Izra’il. “Saya terheran-heran, kenapa si saudagar masih ada di Yerusalem, seharian ini… Padahal, saya harus menjemput nyawanya sebentar lagi di Cina…!”
            “Innalillahi…!” Sang Maharaja balik terkejut. “Justru, barusan saya terbangkan ia ke Cina, sesuai keinginannya…!”
            “Oh, baru ke Cina...?” sahut Izra’il. “Kebetulan, Paduka… Baiklah, saya permisi, biar saya segera menjemputnya di Cina... Wassalam!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar